Info Pendidikan - Deskripsi Organ Kelamin Pria

Info Pendidikan - Deskripsi Organ Kelamin Pria
Di Posting Oleh : INFO PENDIDIKAN
Kategori : EDUCATION


DESKRIPSI ORGAN KELAMIN PRIA

Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam laki-laki terdiri atas testis, terusan pengeluaran dan kelenjar asesoris.
Testis
  • Testis (gonad jantan) berbentuk oval
  • Terletak didalam kantung pelir (skrotum).
  • Testis berjumlah sepasang (testes = jamak).
  • Testis terdapat di potongan tubuh sebelah kiri dan kanan.
  • Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos.
Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk
  1. Memproduksi sperma
  2. Memproduksi hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.

Saluran Pengeluaran
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam laki-laki terdiri dari epididimis, vas deferens, terusan ejakulasi dan uretra.
Epididimis
  • Epididimis merupakan terusan berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis.
  • Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri.
  •  Epididimis berfungsi sebagai daerah penyimpanan sementara sperma hingga sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
Vas deferens
  • Vas deferens atau terusan sperma (duktus deferens) merupakan terusan lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis.
  • Vas deferens tidak melekat pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat.
  • Vas deferens berfungsi sebagai terusan daerah jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
Saluran ejakulasi
  • Saluran ejakulasi merupakan terusan pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra.
  • Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma supaya masuk ke dalam uretra.
Uretra
  • Uretra merupakan terusan simpulan reproduksi yang terdapat di dalam penis.
  • Uretra berfungsi sebagai terusan kelamin yang berasal dari kantung semen dan terusan untuk membuang urin dari kantung kemih.
Kelenjar Asesoris
  • Selama sperma melalui terusan pengeluaran, terjadi penambahan aneka macam getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris.
  • Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakan sperma.
  • Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari
  1. Vesikula seminalis
  2. Kelenjar prostat
  3. Kelenjar Cowper.
Vesikula seminalis
  • Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih.
  • Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat masakan yang merupakan sumber masakan bagi sperma.
Kelenjar prostat
  • Kelenjar prostat melingkari potongan atas uretra dan terletak di potongan bawah kantung kemih.
  • Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
Kelenjar Cowper
  • Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya pribadi menuju uretra.
  • Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar laki-laki terdiri dari
  1. Penis
  2. Skrotum.
Penis
  • Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons.
  • Dua rongga yang terletak di potongan atas berupa jaringan spons korpus kavernosa.
  • Satu rongga lagi berada di potongan bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra.
  • Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
  • Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).
Skrotum
  • Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis.
  • Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri.
  • Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos).
  • Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga sanggup mengerut dan mengendur.
  • Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster.
  • Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis supaya kondisinya stabil.
  • Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
PEMBENTUKAN GAMET ( GAMETOGENESIS)
Spermatogenesis
  • Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus.
  • Spermatogenesis meliputi pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional.
  • Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis.
  • Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada dikala spermatogenesis.
  • Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis.
  • Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal).
  • Spermatogonia terletak di dua hingga tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus.
  • Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.
  • Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A.
  • Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, sehabis beberapa kali membelah, sel-sel ini karenanya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid.
  • Setelah melewati beberapa minggu, setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid.
  • Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Spermatid merupakan calon sperma yang belum mempunyai ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan).
  • Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma). Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi.
  • Ketika spermatid dibuat pertama kali, spermatid mempunyai bentuk menyerupai sel-sel epitel. Namun, sehabis spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.
  • Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada potongan membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom.
  • Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum.
  • Pada ekor sperma terdapat tubuh sperma yang terletak di potongan tengah sperma.
  • Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.
  • Semua tahap spermatogenesis terjadi lantaran adanya imbas sel-sel sertoli yang mempunyai fungsi khusus untuk menyediakan masakan dan mengatur proses spermatogenesis.
Hormon pada Pria
Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu
  1. testoteron,
  2. LH (Luteinizing Hormone)
  3. FSH (Follicle Stimulating Hormone),
  4. Estrogen dan hormon pertumbuhan.

Testoteron
  • Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus.
  • Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
LH (Luteinizing Hormone)
  • LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
  • FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.
Estrogen /Androgen
  • Estrogen dibuat oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH.
  • Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus.
  • Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.
Hormon Pertumbuhan
  • Hormon pertumbuhan diharapkan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.
Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria
Hipogonadisme
  • Hipogonadisme yaitu penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, menyerupai hormon androgen dan testoteron.
  • Gangguan ini mengakibatkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan sanggup dilakukan dengan terapi hormon.
Kriptorkidisme
  • Kriptorkidisme yaitu kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi.
  • Hal tersebut sanggup ditangani dengan dukungan hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.
Uretritis
  • Uretritis yaitu peradangan uretra dengan tanda-tanda rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil.
  • Organisme yang paling sering mengakibatkan uretritis yaitu Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.
Prostatitis
  • Prostatitis yaitu peradangan prostat. Penyebabnya sanggup berupa bakteri, menyerupai Escherichia coli maupun bukan bakteri.
Epididimitis
  • Epididimitis yaitu jerawat yang sering terjadi pada terusan reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis yaitu E. coli dan Chlamydia.
Orkitis
  • Orkitis yaitu peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada laki-laki remaja sanggup mengakibatkan infertilitas.

0 Response to "Info Pendidikan - Deskripsi Organ Kelamin Pria"